Langsung ke konten utama

ISTILAH - ISTILAH DALAM TEKNIK KIMIA

ISTILAH - ISTILAH DALAM TEKNIK KIMIA


   Dalam dunia kimia , baik kimia industri maupun kimia analisis banyak sekali kita menemua istilah istilah atau pun kata kata yang kita tidak ketauhui ,, maka dari itu dalam kesempatan kali ini saya akan mengeshare istilah itu..

 
Absorbsi
:
Proses pemisahan bahan dari suatu campuran gas
dengan cara pengikatan bahan tersebut pada
permukaan absorben cair yang diikuti dengan
pelarutan
 
 
Absorpsi
:
Suatu
fenomena
fisik atau kimiawi atau suatu
proses
sewaktu
atommolekul
, atau
ion
memasuki suatu fase
limbak (
bulk
) lain yang bisa berupa
gas
,
cairan
,
ataupun
padatan
Adsorpsi
:
Proses penggumpalan substansi
terlarut
yang terdapat
dalam
larutan
, oleh permukaan zat atau benda
penyerap,
di
mana
terjadi
suatu
ikatan
kimia
fisika
antara substansi dengan
penyerapnya
Akurasi
:
Berkaitan dengan ketepatan, hasil pengukuran yang
mendekati nilai sebenarnya
Anak timbangan
:
Suatu bahan yang biasa digunakan dalam kalibrasi
neraca analitik dengan bobot yang sudah diketahui
Analit
:
Sebuah zat yang diukur di lab
oratorium; zat kimia
yang diuji pada
sampel
Angka penting
:
Angka
-
angka hasil pengukuran yang terdiri dari angka
pasti dan angka taksiran
Asam kuat
:
Asam yang terionisasi 100%
dalam air
Asam lemah
:
Asam
yang
tidak
terionisasi
secara
signifikan
xiii
dalam
larutan
Basa kuat
:
Jenis senyawa sederhana yang dapat mendeprotonasi
asam sangat lemah di dalam reaksi asam
-
basa
Basa lemah
:
Larutan basa tidak berubah seluruhnya menjadi ion
hidroksida da
lam larutan
Bioaugmentasi
:
Mikroorganisme yang dapat membantu membersihkan
kontaminan tertentu ditambahkan ke dalam media air
atau tanah yang tercemar
Bioremediasi
:
Memanfaatkan aktivitas mikroorganisme bertujuan
untuk memecah atau mendegradasi zat
pencemar
menjadi bahan yang kurang beracun atau tidak
beracun (karbon dioksida dan air)
Biostimulasi
:
Penambahkan nutrien dalam bentuk cair atau gas ke
dalam air atau tanah yang tercemar untuk aktivitas
bakteri
remediasi yang telah ada di dalam air atau
tanah
Blanko
:
Larutan yang tidak berisi analit
Bulky
:
Besar yang cenderung memberi kesan padat dan
penuh atau "makan tempat"
Chemical conditioning
:
Salah satu teknik penerapan
penanganan limbah B3
dengan memanfaatkan beberapa metode secara kimia
untuk mengkondisikan limbah beracun agar tidak
membahayakan lingkungannya
Chemical sludge
:
Limbah yang dihasilkan dari proses koagulasi dan
flokulasi
xiv
Detoxification
:
Proses mengubah
suatu senyawa beracun menjadi
senyawa lain yang tingkat toksisitasnya lebih rendah
atau bahkan hilang sama sekali.
Dialisa
:
Proses perpindahan
molekul
terlarut dari suatu
campuran larutan
yang terjadi akibat
difusi
pada
membran
semipermeabel
Digested sludge
:
Limbah yang berasal dari pengolahan biologi dengan
di
gested
aerobik
maupun
anaerobic
di
mana
padatan/lumpur yang dihasilkan cukup stabil dan
banyak mengandung padatan organik
Disgetion
:
Proses hydrolysis air dimana semua enzim akan
ditambah dengan air untuk membentuk molekul lebih
kecil
Eksplosif
:
Bahan
yang p
ada suhu dan tekanan standar (25
0
C, 760
mmhg) dapat meledak atau melalui reaksi kimia dan
atau fisika dapat menghasilkan gas dengan suhu dan
tekanan tinggi yang dengan cepat dapat merusak
lingkungan sekitarnya
Ekuivalen
:
Mempunyai nilai (ukuran, ar
ti, atau efek) yg sama;
seharga; sebanding; sepadan
Elektrolisasi
:
Proses kimia
yang mengubah energi
listrik
men
jadi
energi kimia.
Komponen
yang terpenting dari proses
elektrolisis ini adalah
elektrode
dan larutan
elektrolit
Evolusi
:
Proses
perubahan
secara
berangsur
-
angsur
(bertingkat) dimana sesuatu berubah menjadi bentuk
lain (yang biasanya) menja
di lebih kompleks/ rumit
xv
ataupun berubah menjadi bentuk yang lebih baik
Excess activated sludge
:
Limbah yang berasal dari proses pengolahan dengan
lumpur aktif sehingga banyak mengandung padatan
organik berupa lumpur dari hasil proses tersebut
Filtrasi
:
Pembersihan
partikel
padat dari suatu
fluida
dengan
melewatkannya pada medium penyaringan, atau
septum, yang di atasnya pa
datan akan terendapkan
Fitoremediasi
:
Penggunaan
tumbuhan
untuk
menghilangkan,
memindahkan, menstabilkan, atau menghancurkan
bahan pencemar baik itu senyawa organik maupun
anorganik.
Floatasi
:
Proses separasi (pemisahan) antara mineral yang
berharga
da
n
pengotornya
(gangue)
dengan
memanfaatkan sifat kimia fisik dari permukaan
partikel mineral
Flokulasi
:
Pengadukan lambat agar campuran koagulan dan air
baku yang telah merata membentuk gumpalan atau
flok dan dapat mengendap dengan cepat. .
Higroskopis
:
Sifat
zat
menyerap
molekul
air
dari
lingkungannya
baik
absorbsi
atau
adsorpsi
Incineration
:
Teknologi
pembakaran
yang
digunakan
dalam
penanganan limbah menggunakan suhu tinggi
mencapai 1000
0
C untuk mengurangi
volume dan
massa limbah hingga sekitar 90% (volume) dan 75%
(berat).
xvi
Indikator
:
Zat yang dapat digunakan untuk menunjukkan sifat
atau keberadaan suatu zat melalui perubahan
warnanya yang khas
Infeksius
:
Suatu bahan yang mengandung cemaran bibit penyaki
t
yang
membahayakan
manusia
karena
adanya
mikroorganisme, atau sel penyakit yang mudah
menular
Inokulasi
:
Penanaman mikroorganisme di dalam media tertentu
yang telah dipersiapkan baik dengan penambahan
nutrisi maupun tidak
Kalibrasi
:
Proses verifikasi
bahwa suatu akurasi alat ukur sesuai
dengan rancangannya
Koloid
:
Campuran heterogen antara dua zat atau lebih di mana
partikel
-
partikel zat yang berukuran koloid, tersebar
merata dalam zat lain.
Kopresipitasi
:
Kontaminasi endapan oleh zat lain yang
larut dalam
pelarut
Korosif
:
Bahan kimia yang bersifat asam atau basa yang dapat
menyebabkan iritasi (luka bakar) pada kulit, atau
menyebabkan pengkaratan pada besi
Kristalisasi
:
Pembentukan
bahan
padat
(kristal)
dari
pengendapan
larutan
atau
melt
(campuran leleh), atau
pengendapan langsung dari
gas
Lindi
:
Substansi cairan yang dihasilkan dalam proses
pembusukan sampah
xvii
Microencapsulation
:
Proses yang mirip macroencapsulation tetapi bahan
pencemar terbungkus secara fisik dalam struktur
kri
stal pada tingkat mikroskopik
Netralisasi
:
Proses pengkondisian derajat keasaman suatu bahan
pada ph netral dengan penambahan asam atau basa
Normalitas
:
Satuan konsentrasi yang sudah memperhitungkan
kation atau anion yang dikandung sebuah larutan.
Nukleasi
:
Hasil dari status metastabil yang terjadi setelah
supersaturasi akibat dari pemisahan zat pelarut atau
penurunan suhu larutan
Oksidasi
:
Pelepasan
elektron
oleh
sebuah
molekul
,
atom
,
atau
ion
Pirolisa
:
Dekomposisi kimia bahan organik melalui proses
pemanasan tanpa atau sedikit oksigen atau reagen
lainnya, dimana material mentah akan mengalami
pemecahan
struktur
kimia
menjadi
fase
gas.
Macroencapsulation
proses dimana bahan berbahaya
dalam limbah dibungku
s dalam matriks struktur yang
besar
Primary sludge
:
Limbah yang berasal dari tangki sedimentasi pada
pemisahan awal dan banyak mengandung biomassa
senyawa organik yang stabil dan mudah menguap.
Reversible
:
Suatu reaksi kimia yang berlangsung dua arah,
yaitu
produk dapat membentuk reaktan kembali
Sedimentasi
:
Suatu proses
pengendapan
material yang ditransport
oleh suatu media tertentu
xviii
Sentrifugasi
:
Proses yang memanfaatkan
gaya sentrifugal
untuk
sedimentasi
campuran
dengan menggunakan mesin
sentrifuga atau
pemusing
Simpangan baku
:
Standar deviasi (simpangan baku)
adalah ukuran
-
ukuran keragaman (variasi) data statistik yang paling
sering digunakan
Solidifikasi
:
Proses pemadatan suatu bahan
berbahaya dengan
penambahan aditif
Stabilisasi
:
Proses pencampuran limbah dengan bahan tambahan
(aditif) dengan tujuan menurunkan laju migrasi bahan
pencemar dari limbah serta untuk mengurangi
toksisitas limbah tersebut.
Titran
t
:
Suatu zat yang akan
ditentukan konsentrasinya dan
biasanya diletakkan di dalam labu Erlenmeyer
Titrasi
:
Prosedur analitis kuantitatif dengan mengukur jumlah
larutan yang diperlukan untuk bereaksi tepat sama
dengan larutan lain
Titrat
:
Bahan atau larutan yang akan dititras
i dengan larutan
kimia agar berlangsungnya suatu reaksi dapat diamati
dengan jelas menggunakan indikator perubahan
warna
Toxin
:
Bahan kimia yang bersifat racun bagi manusia atau
lingkungan yang dapat menyebabkan kematian atau
sakit yang serius apabila
masuk kedalam tubuh
melalui pernapasan, kulit, atau mulut.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

HEAT EXCHANGER (Alat Penukar Panas)

HEAT EXCHANGER (Alat Penukar Panas) 1.         ALAT PENUKAR PANAS Menurut Sitompul (1993), peralatan penukar panas adalah suatu peralatan di mana terjadi perpindahan panas dari suatu fluida yang temperaturnya lebih tinggi kepada fluida lain yang temperaturnya lebih rendah. Klasifikasi peralatan penukar panas didasarkan pada : a.        Proses perpindahan panas b.       Jumlah fluida yang mengalir c.        Kompak tidaknya luas permukaan d.       Mekanisme perpindahan panas e.        Konstruksi f.        Tipe pelat g.       Pengaturan aliran   2.          KLASIFIKASI ALAT PENUKAR PANAS 1.     Condenser Condenser merupakan alat penukar panas ya...

Tabung dan Selongsong (Shell and Tube)

Tabung dan Selongsong (Shell and Tube) Jenis umum dari penukar panas, biasanya digunakan dalam kondisi tekanan relatif tinggi, yang terdiri dari sebuah selongsong yang didalamnya disusun suatu anulus dengan rangkaian tertentu (untuk mendapatkan luas permukaan yang optimal). Fluida mengalir di selongsong maupun di anulus sehingga terjadi perpindahan panas antar fluida dengan dinding anulus sebagai perantara. Beberapa jenis rangkaian anulus misalnya; triangular, segiempat, dll. Jenis Plat Contoh lainnya adalah penukar panas jenis plat. Alat jenis ini terdiri dari beberapa plat yang disusun dengan rangkaian tertentu, dan fluida yang mengalir diantaranya. Pengertian Perpindahan Panas Alat penukar kalor merupakan suatu alat yang menghasilkan perpindahan panas dari suatu fluida yang temperaturnya lebih tinggi ke fluida yang temperaturnya lebih rendah. Proses perpindahan panas tersebut dapat dilakukan secara langsung dan tidak langsung. Maksudnya ialah : ...

Materi untuk bidang kimia kejuruan : K3 ( KEAMANAN , KESEHATAN DAN KESELAMATAN KERJA )

PENGERTIAN K3 (KEAMANAN, KESEHATAN dan KESELAMATAN KERJA)        Tentu nya kita sering bertanya , Apa itu k3 ?  apa manfaatnya ? apa fungsinya ? untung apa kita ? dikesempatan kali ini saya akan membahas dan mengeshare tentang k3 , semoga kalian mampu memahami pentingnya k3.           PENGERTIAN K3 (KEAMANAN, KESEHATAN dan KESELAMATAN    KERJA)   Dibagi menjadi 2 pengertian, yaitu    a.          Secara Filosofis Suatu pemikiran atau upaya untuk menjamin keutuhan dan kesempurnaan baik jasmani maupun rohani, tenaga kerja pada khususnya dan masyarakat pada umumnya terhadap hasil karya dan budayanya menuju masyarakat adl dan makmur. b.          Secara Keilmuan Ilmu pengetahuan dan penerapannya dalam usaha mencegah kemungkinan terjadinya kecelakaan dan penyakit akibat ke...